SOAL KTP

Kepala Dispenduk Capil Ismanu menjelaskan, pengambilan sidik jari akan berlangsung sekitar tiga bulan. Warga diminta datang ke kelurahan masing-masing dengan membawa kartu keluarga (KK) serta KTP (bagi yang sudah ber-KTP). Petugas kelurahan akan mengambil sepuluh sidik jari mereka. Karena itu, di tiap kelurahan, akan disediakan staf khusus yang sudah dilatih untuk melaksanakan program SIAK. Setelah pengambilan sidik jari, dilanjutkan pengambilan foto diri. Pada database SIAK, akan dicatat beberapa poin identitas penduduk. Misalnya, NIK (nomor induk kependudukan) lama lokal Surabaya dengan kode 13, NIK SIAK (NIK nasional dengan kode 35), nama, jenis kelamin, tempat tanggal lahir, status perkawinan, alamat, RT/RW, kelurahan, kecamatan, dan catatan. Ismanu menyatakan, pencantuman NIK lama tetap dilakukan. Tujuannya, sebagai data untuk mengetahui dari kota mana warga yang bersangkutan berasal. “Sebagai catatan administrasi database kami saja,” ujarnya. Dia menuturkan, bagi warga yang memiliki kecacatan pada jarinya, pengambilan sidik jari hanya pada jari yang berfungsi normal. “Di situ kan tersedia 10 kolom sidik jari. Nah, seumpama ada sidik jari yang cacat, misalnya jari kelingking dan manis, kolom itu diberi tanda,” jelasnya. Dia juga mengimbau, warga yang tangannya, terutama jarinya, terluka harus sembuh lebih dulu. Sebab, dikhawatirkan pengambilan sidik jari tidak bisa maksimal. “Program ini berlaku serentak di Surabaya, sehingga berpotensi menimbulkan persoalan. Karena itu, warga harus benar-benar paham apa yang dipersiapkan,”tegasnya. Ismanu mengungkapkan, pengambilan sidik jari penting dilakukan. Tujuannya, identitas seseorang tidak diduplikasi dan tidak disalahgunakan orang lain. Dia mencontohkan, identitas kependudukan warga Surabaya dinilai masih carut marut. Itu dibuktikan oleh masih ditemukannya beberapa warga yang ber-KTP ganda. “Orang-orang yang memiliki KTP lebih dari satu masih kami temukan ketika melakukan operasi yustisi. Mereka punya KTP di daerah asal dan di sini (Surabaya, Red), ujarnya. Bukan hanya itu. Dia menyatakan, ketika sosialisasi program SIAK di Kecamatan Wonokromo beberapa waktu lalu, pihaknya menemukan ada satu rumah yang dihuni 10 KK . “Sepuluh KK itu beralamat sama. Bayangkan bila terjadi persoalan dan semua alamat mereka sama, itu susah,” katanya. Kenyataan tersebut merupakan potret carut-marutnya administrasi kependudukan. Melalui program SIAK, kata Ismanu, tak bakal ada KTP maupun KK dobel. “Bagaimana KK-nya mau dobel, kalau KTP-nya saja tidak bisa dipalsu,” ujarnya. Sebab, salah satu syarat untuk membuat KK adalah harus menyertakan KTP. Dengan begitu, program tersebut dinilai bisa mencegah problem kependudukan. Menurut dia, pemkot tidak bisa melarang warga luar masuk ke Surabaya. Hanya, mereka yang masuk ke Surabaya harus dibekali kemampuan dan identitas lengkap. “Sebab, jika tidak, itu bakal menambah problem sosial.” Ismanu menegaskan, ganti KTP tersebut tidak dipungut biaya alias gratis. Kecuali, bagi warga yang baru mengurus KTP. “Kalau ada pungutan, silakan lapor,” ungkap mantan kepala Dinas Koperasi itu. Dia juga mengimbau agar masyatakat bersabar bila ada keruwetan atau persoalan yang timbul ketika pelaksanaan pengambilan sidik jari. “Karena kami mengganti KTP sekitar dua juta penduduk, jadi harap maklum,” katanya. (Edo)

~ oleh rw04wispag pada 23 September 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: